Live World Indices are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Sabtu, 25 April 2009

CANDLESTICKS

Learning : TA - Doji

DOJI

DOJI

Doji merupakan Candle yang terbentukkarena opening price (harga pembukaan) sama dengan closing price (harga penutupan). Biasany DOJI merupakan indikator perubahan atau pembalikan trend.

Doji menggambarkan bahwa kekuatan antara pembeli dan penjual menjadi berimbang. Hal ini sangat berpotensi menjadi signal pembalikan trend. Untuk validitas doji dapat digunakan indikator volume. Makin tinggi volume saat terjadi doji, maka semakin valid juga doji tersebut.

Selain volume, panjangnya kaki doji juga menunjukan validitas, makin panjang makin valid.

Contoh Doji :

CONTOH DOJI

CONTOH DOJI

Doji sangat efektif untuk pergerakan harga yang uptrend maupun downtrend. Diman ajika uptrend, maka berpotensi berbalik jadi downtrend, dan sebaliknya, jika downtrend berpotensi berbalik menjadi uptrend. Seperti pada contoh di atas. Harga uptrend, dan ketika muncul doji, harga jatuh cukup dalam.

Sedangkan pada pergerakna harga yang sideway, doji kurang cocok untuk dipakai, karena sideway dibalik, ya sideway. jadi tidak ada trend yang berbalik atau berubah arah.

Sekali lagi, doji sangat berhubungan dengan volume, jadi pastikan sekuritas pilihan anda yang ingin anda pakai doji untuk meng analisa cuku likuid atau memiliki volume yang besar.

Learning : TA - Marubozu

Marubozu

Marubozu

Marubozu merupakan full body candle dalam artian tidak memiliki kaki. Ada dua jenis marubozu, Hitam dan Putih, Yang hitam berarti Open = Low dan Close = high, jadi sejak pembukaan harga terus naik hingga ditutup di titik tertinggi.

Sebaliknya White Marubozu, harga pembukaan = high dan harga penutupan = low. Biasanya jika terbentuk candle ini, maka pada perdagangan berikutnya akan mengikuti. Misal perdagangan hari ini terbentuk Black Marubozu (harga naikj), maka pada perdagangan besok, harga berpotensi kembali menguat.

Contoh :

BBCA

BBCA

Contoh pada BBCA, Hampir setiap kali terbentuk marubozu, pada perdagangan keesokan harinya, harga bergerak sesuai dengab arah marubozu. Marbozu menandakan kekuatan Bull atau Bear menjadi sangat berkuasa. Pada Black marubozu, Bull benar - benar mencaai kemenangan sehingga pada perdagangan beriktnya berpotensi enguat, dan sebaliknya pada white marubozu kekuatan bear lah yang menang.


Learning : TA - Teori Candlestick

Candlestick menggambarkan perdagangan harian dalam bentuk candle atau lilin. Secara teori, candlestick menggambarkan kekuatan antara Bull dan Bear atau menggambarka psikologis pasar dalam bentuk candle.

Berikut penjelasan megenai dasar candlestick. (mengenai warna bisa berbeda - beda tergantung keinginan yang gambar chart, dalam web ini digunakan candle hitam merupakan candle naik dalma arti Open = Low dan candle putih merupakan candle turun atau Open = high)

Candlestick

Candlestick

Silahkan lihat gambar di atas. Gambar di atas merupakan gambaran candle Stick. Dalam 1 (satiu) candle tergambar harga pembukaan, penutupan tertinggi serta terendah.

Terdapat berbagai macam bentuk candle, doji, dragonfly doji, gravestone doji, marubozu, ekor panjang, ekor pendek, dan lain - lain. Yang akan kita bahas di bagian lain.

SUMBER: WWW.DOLGADO.COM

trend lines

Learning : TA - Trend Lines 101

Salah satu pertanyaan mendasar tentang trend lines adalah apakah trend lines benar – benar ada? Atau sebenarnya trend line sebenarnya tidak ada? Dan seberapa valid kah trend$ lines itu?.

Sebenarnya.. trend lines itu benar – benar ada dan dapat dibuktikan keberadaanya dengan berbagai gejala alam yang terjadi di dunia nyata. Beberapa contoh gejala alam yang berhubungan dengan trend lines adalah KUTU LONCAT.

Kutu loncat sebenarnya punya kemampuan lompat yang cukup tinggi. Bisa lebih dari 30Cm. Namun jika kutu lompat tersebut diletakkan pada sebuah kotak korek api dan dibiarkan, maka ketika dilepaskan, kemampuan lompatnya akan turun dari 30cm akan turun jadi hanya setinggi kotak korek api. Mungkin karena si kutu trauma tiap kali lompat tinggi kepalanya kebentur.

Hal yang sama juga terjadi pada harga saham. Karena yang mengendalikan harga saham adalah psikologis pasar, sehingga fenomena yang terjadi pun sama. Kita anggap saham adalah kutu, bagian atas kotak adalah resisten dan bagian bawah adalah support. Sama seperti kutu, harga akan lompat ketika di support dan bakalan turun ketika sentuh resisten atau akan makin turun jika support tembus.

Di atas adalah contoh pergerakan harga yang sideway. Nah, teknik tradingnya adalah, buy on break. Karena ketika break, psikologis pasar akan berkata bahwa, harga pasti naik, sebab mahal atau murahnya suatu saham adalah PERSEPSI. Ketika dalam kotak, pelaku pasar menganggap bahwa harga sudah cukup mahal. Namun ketika keluar dari kotak, ternyata harga yang lebih tinggi bisa tercapai. Bagaikan kutu yang berusaha lompat dan menembus kotak korek api pastilah kutu yang kuat sekali (NGEYEL MODE ON).

Contoh lain adalah meteor. Saat ini ilmuwan telah melihat ada meteor yang mungkin menambak bumi di tahun 2020 - 2040an. Dengan kemunggkinan tabrakan 1:45 ribu kemungkinan. Yah tentu saja… jangan khawatir dulu… Hidup di tangan TUHAN,he3…

Salah satu solusi adalah dengan mengalihkan SEDIKIT saja dari lintasan meteor itu. Dari jarak puluhan ribu bahkan ratusan ribu kilometer atau jutaan kilometer. Namun dampaknya sangat signifikan sehingga bisa menghindari tabrakan dengan bumi.

Kita misalkan lintasan meteor = trend line.. lintasan meteor yang berubah = trend line yang patah maka kita perlu hati – hati terdahap trend line yang patah karena dapat mengubah arah trend.

Selain itu dalam suatu trend lain yang besar terdapat juga trend line yang lebih kecil., disebut NESTED TREND LINE. Contoh kejadian alam, Bulan mengeliling Bumi (short term) bumi mengelilingi matahari (mid term) matahari keliling galaxy (longterm) galaxy mengeliling semesta (SUPER LONG TERM). Ada juga penelitian yang membuktikan bahwa pada angin topan yang besar, terdapat angin topang – angin topan kecil di sekelilingnya yang berputar seperti lintasan electron mengelilingi neutron pada lintasan Atom.

Hal yang sama berlaku juga pada pergerakan harga saham pada suatu trend line besar (biasanya LONG TERM). Dari sini dapat kita simpulkan bahwa trend line benar – benar ada dan dapat diprediksi seperti kita memprediksi gejala alam.contoh gempa bumi, cuaca,meteor, atom, dll.

Masalah yang muncul seperti dikatakan Isaac Newton “Aku dapat memprediksi gerakan bintang – bintang di langit, namun tidak dapat meprediksikan KEGILAAN MANUSIA” kegilaan manusia = KEGILAAN PASAR / Irasional pasar. Disinilah Cut Loss sangat diperlukan..

Contoh yang paling akurat mengenai trend adalah KOMPUTER. bandingakn komputer saat ini dengankoputer Mula - mula, beda jauh bukan. Komputer mula - mula komputer awalny asangat besar, bahkan sebesar lapangan bola dan memerlukan listrik yag sangat besar untuk menyalakannya.

Kemudian muncul super komputer yang sebesar satu ruangan kerja, dan makin kecil hingga menjadi komnputer desktp dan pada akhirnya LAPTOP, kompter kecil dengan berat kurang dari 5 kg dan sangat hemat listrik. Bahkan komputerpun berkembang menjadi SMART PHONE seperti Blckberry dengan ukuran HANYA segede tangan.

Nah trendnya terlihat kan, bahwa TREND arah perkembangan komputer menuju ke arah makin kecil, dan juga makin cepat. dari hal ini dapat kita prediksi lagi ke depannya bahwa komputer di masa depan akan makin kecil.

Learning : TA - Konsep Trend (3:Sideway)

SIDEWAY

SIDEWAY

Sideway : Biasa ditandai dengan pergerakan harga saham yang sangat terbatas. Atau jika kita memakai candle, maka dapat terlihat bentuk cande yang pendek – pendek.

BIasanya juga disertai dengan volume transaksi yang kecil juga. Tanda berakhirnya masa sideway adalah perubahan harga yang besar sehinga membuat suatu candle yang panjang. Dan juga munculnya Volume yang timggi.

Biasanya masa sideway merupakan masa penting penentuan arah berikutnya pada harga saham. setelah masa sideway biasanya harga saham akan naik tinggi (makin lama sideway biasanya akan makin tinggi_) atau juga turun jauh ke bawah. Contoh yang naik tinggi : ASII (+20% dari sideay area) dan yang turun drastis : ANTM (-20%) (tertanggal 29 july 2008)

Stratagi :

  • Gunakan teknik UKM (Untung Kecil Mbat )untuk ODT (One day trading)
  • Untuk yang punya time frame lebih panjang dan yakin dengan fundamental saham,biasanya saat –saat sideway merupakan saat terbaik untuk mengumpulkan (akumulasi)
  • BUY On Break : Biasanya jika masa sideway lewat dan harga ke atas, biasanya akan naik tinggi, jadi bisa jadi signal beli saat break sideway (candle yang kembali jadi panjang, tentunya jika ke arah atas), baca lagi : Break Out

Learning : TA - Konsep Trend (2:Uptrend)

Seperti halnya Downtrend, pada suatu saham uptrend, harga saham tidak selalu naik,

namun kadang juga harga suatu saham mengalami koreksi setelah sebelumnya mengalami

penguatan. Jika suatu saham berada di uptrend, maka penurunan yang terjadi hanyalah

merupakan koreksi sehat yang tidak menembus batas support. Biasanya saham – saham

uptrend akan rebound kencang di supportnya…

Strategi :

1. BUY and HOLD

Karena biasanya saham – saham uptrend harganya akan terus naik..

Sampai kapan ? Sampai tanda – tanda reversal muncul (akan dibahas nanti).

2. BUY on Support

Untuk teknik ini, kita dapat membeli di garis supportnya karena biasanya saat harga

menyentuh support, akan terjadi reboun dengan intensitas yang tinggi. Namun juga

siap – siap Cut Loss ketika garis ini ditembusi.

COntoh KASUS : BUMI waktu garis support diata ditembusi, turun hingga 5500

dalam waktu 2 minggu. Atau turun 30%.


Learning : TA - Konsep Trend (1:Downtrend)

Suatu hal yang sangat penting dalam menentukan kapan untuk membeli atau

menjual suatu saham adalah Trend line atau garis trend apakah trend itu naik, turun atau sideway.

TLKM

TLKM

Dalam suatu downtrend, harga tidak selalu turun terus, namun kadang juga harga
bisa naik turun, namun tetap dalam koridor downtrend (Cenderung Turun). Dalam chart TLKM di atas dapat kita lihat bahwa harga berfluktuatif namun arahnya cenderung turun. Dan pola yang dibentuk adalah lower high atau bisa saja membentuk suatu harga yang lebih
tinggi namun tetap lebih rendah dari tertinggi yang sebelumnya.
Strategi Trading :
1. Jangan Membeli Saham yang lagi Downtrend
2. Cut Loss ketika saham yang anda beli ternyata sedang downtrend.
3. Walau downtrend, seringkali saham – saham Blue Chip memiliki area rebound
yang cukup besar. Sehingga bisa dipakai teknik HIT n RUN atau UKM
(Meminjam istilah #dolgado UNTUNG KECIL MBAT). Yaitu membeli di support
level dan segera take profit setelah mendapatklan gain / keuntungan. Dansegera Cut Loss ketika support ditembusi.

sumber :WWW.DOLGADO.COM








Rounding Top


Rounding Top

Rounding Top

Pola Rounding Top : Harga bergerak naik dengan kecepatan tinggi, kemudian mulai melambat dan akhirnya menurun. Pada saat menembus supportnya, harga akan jatuh jauh.

Pola ini akan membentuk harga menjadi berbentuk round atau setengah lingkaran / setengah elips.

sumber :WWW.DOLGADO.COM

Ascending Triangles and Descending Triangles


Learning : TA - Ascending Triangles

ascending1

Ascending triangles meruipakan kebalikan dari descending triangles. Dimana jika Descending triangles merupakan pola bearish, Asc. triangles merupakan pola Bullish. Pada ascending triangles. HArga bergerak seperti segitiga juga dan mentok di resisten, dan ketika resisten itu jebol maka harga akan menguat secara signifikan.


Learning : TA - Descending Triangles

ANTM Desc. Triangles

ANTM Desc. Triangles

Pola Bearish (karena saat ini / 28-2-2009 masih BEARISH,hehehe) .. Inilah polanya. Descending triangles. Berbentuk seperti segitiga (karena itu namanya TRIANGLES) yang cenderiung turun. Pada saat suppor descending triangles tembus, biasanya akan diikuti oleh penurunan harga 20%-30%..

sumber www.dolgado.com

Learning : TA - Bull Pennant











Bull Penant


Pola Bull Penant merupakan continuation pattern bukan reversal pattern, dalam artian pola ini ditemukan pada Uptrend. Dalam naiknya harga suatu sekuritas, terkadang terhenti oleh aksi profit taking, Jika pola Bull Pennant ini ditemukan, maka berpotensi koreksi tersbeut hanya sementara.


Penggunaan : Ketika menemui pola seperti ini dan anda belum masuk pasar, disarankan netral dahulu, kemudan setelah menembus resisten darulah mengambil posisi.


Untuk berdiskusi, silahkan isi comment di bawah ini.


Share and Enjoy:
sumber :www.dolgado.com

Learning : TA - “N-Top”


Pola N-Top bisa berarti pola Bullish Maupun Bearish, pad pola N Top, harga akan bergerak naik, namun mentok di suatu titilk tertentu (resisten) dan akan turun lagi, kemudian naik lagi dam berhenti lagi di resisten tadi hingga beberapa kali (>1x).

N-Top

N-Top

Ada 2 kemunginan di N-Top ini, jika harga menembus Resisten, maka harga akan naik tinggi seperti contoh di bawah ini :

ASII N-Top

ASII N-Top

Sebaliknya jika tidak tembus, maka akan membentuk pola seperti ini :

INKP N-Top

INKP N-Top

Share and Enjoy:
sumber :www.dolgado.com

Learning : TA - Breakout


Salah satu pola yang sangat penting. Pola ini terjadi ketika harga sekuritas bergerak sideway dalam range yang sangat kecil secara terus menerus. Dan pada suatu saat harga tiba - tiba bergerak baik naik maupun turun secara drastis diikuti dengan volume yang besar. Contoh :

Break Out

Break Out

Jika menemukan pola gerakan sideway, sebaiknya jangan mengambil tindakan apapun, dan menunggu saja hingga terjadi suatu breakout, barulah melakukan pembelian (jika break ke atas). Dan ingat harus didukung dengan volume yang besar juga seperti contoh MIRA di atas.

Pola Break Sideway

Pola Break Sideway

Break Out bisa terjadi pada trend Bullish maupun bearish, baik break melanjutkan trend ataupun break reversal atau pembalikan trend.

Share and Enjoy:
sumber : WWW.DOLGADO.COM

Learning TA : Trading Plan



Salah satu bagian yang paling penting dalam trading adalah TRADING PLAN atau perencanaan trading. Bahkan bukan hanya dalam trading saja namun dalam setiap aspek kehidupan diperlukan perencanaan. Tanpa perencanaan anda , tindakan anda akan menjadi sembarangan dan menjauh dari tujuan semula. Baik di saham maupun kehidupan nyata.

Dengan adanya perencanaan maka tindakan anda akan terkontrol sehingga selalu mengarahkan anda kepada tujuan anda. Dalam trading, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai trading, berkenaan dengan Trading plan :

1. Target Profit Anda

Target profit disini bukanlah target profit jangka pendek saja, melainkan jangka panjang, menengah dan pendek. Misal anda target setiap tahun anda mendapatkan keuntungan 36% sehingga dalam 20 Tahun, portofolio anda akan menjadi 1000x lipat/1 Miliar ke 1 triliun (pakai Compound Interest). Maka dari 36% per tahun tersebut dibagi lagi 12 Bulan menjadi 36 Per bulan.

Jadi anda memiliki Target 1000x Lipat dalam 20 Tahun, 36% per tahun dan 3% per bulan, kecil bukan, namun jika dilakukan dengan konsisten hasilnya sangat besar, itulah kenapa Warren Buffet bisa menjadi orang terkaya di dunia. Nah dari target profit ini yang adalah 3% per bulan akan membantu anda untuk mengendalikan emosi anda dalam trading.

Sebab seringkali Trader salah langkah ketika menginginkan hasil yang terlalu besar. Padahal yang dibutuhkan untuk menjadi kaya raya, Bukan PROFIT sesaat, namun profit yang konsisten. Sehingga dengan memiliki target, anda akan tau kapan anda HARUS BERHENTI. Salah satu aspek dari Pengendalian Diri adalah menahan diri dari apa yang ingin dilakukan.

Contoh Kasus, Seorang trader yang tidak punya target, ketika sudah PROFIT, emosi segera Euphoria (merasa akan bisa terus menang), sehingga tidak teliti dalam mengambil keputusan. Dengan adanya tarhet profit, akan memberi anda WAKTU untuk COOLING DOWN atau waktu untuk menenangkan diri sebelum mengambil keputusan lagi.
2. Level Cut Loss

Sadarilah bahwa semua bisa saja salah, tidak ada yang 100% benar. Hal ini berkenaan dengan 2 hal. Pertama, anda target Profit 3% tapi Take profit di 10%, misal pasar tiba - tiba sangat BULLISH Sesaat, ini bisa saja. namanya kesalahan yang menguntungkan. Tapi ada juga anda target profit 3% tapi saham malah turun.

Nah disinilah diperlukan cut loss. Tanpa Cut Loss, seluruh keuntungan anda bisa terhapus, atau bahkan juga seluruh modal anda bisa - bisa habis. Contoh paling nyata Saham BUMI yang turun dari 8750 pada tahun 2008 dan saat ini 800 (Maret 2009). Biasanya, Level Cut Loss adalah 1/3 Dari Target Profit. Jadi misal target profit anda adalah 10%,maka Cut Loss di 3%.

Berhubungan Dengan point Pertama di atas, Misal saja. Target Per bulan anda adalh 3%, maka ketika suatu saat anda 1x profit 10% namun 2x Loss dengan CL 3%, maka anda masih memenuhi Target.

3. Kapan Membeli

INI YANG PENTING, Tidak setiap saat merupakan saat yang baik untuk membeli. SERINGKALI kita harus ,menahan diri dari melakukan pembelian. Cara yang paling baik adalah dengan HANYA membeli saat bursa dan saham pilihan anda UPTREND LONG TERM.

Anda juga bisa membeli pada saat suatu saham menembus resistennya, silahkan baca bagian TA-Pattern, disana banyak Pattern yang dapat dijadikan alat bantu anda. Untuk mengerti Kapan Harus membeli disarankana anda membaca mengenai Candlestick dan TA-Pattern

4. Kapan Menjual

Sesuai dengan point 1 di atas, sesuai dengan target profit anda. Karena itulah target profit sangat penting sebelum anda mulai masuk ke dalam suatu saham atau instrumen investasi.

Ada ide lain??
Silahkan isi comment di bawah ini untuk berdiskusi…


ennie posted the following on March 25, 2009 at 5:52 pm.

yah..abah…bukannya pernah ngajarin…perhatikan volume???
nih murid kan belajar…eh…gurunya malah lupa hehe…
biasanya sebelum membeli, disaat2 sideways atau pada saat trend melemah…selalu perhatikan volume yang terbentuk, jika masih tipis, yah…gak masuk, masuk setelah volume buyer udah lumayan,yah perhatikan juga indicator lain, spt candle yang terbentuk, break support or resisten, posisi pada bohlinger..hehe…begitu juga saat menjual…kalo volume udah menurun, berarti udah harus siap lepas…
(duh…nih udah ngomong, mudah2an bisa disiplin lah ama trading strategy, masih asik suka meleng)

Share and Enjoy:
sumber www.dolgado.com


Minggu, 19 April 2009

Promosi BUKU Saham I, II dan III


Sangatlah berbahaya jika mau main saham tanpa disertai dengan pengetahuan yang memadai, untuk itu, Abah telah mengeluarkan BUKU SAHAM I, II dan III sebagai penduan di pasar modal Indonesia. Di buku ini akan dibahas mengenai teknik yang abah sering gunakan dalam memprediksi pergerakan harga saham. Isinya sangat mudah untuk dipahami dan praktis, sangat mudah untuk di aplikasikan,
Daftar Isi :
BUKU I :
1 : Technical Analysis Introduction
1.1 TA is an ART
1.2 Psikologis Trading
1.3 Taking Profit
1.4 Cut Loss
1.5 TA dan FA

2 : Rebound and Correction
2.1 Intraduction
2.2 Indikator Rebound / Correction

3 : Trend Lines
3.1 Introduction
3.1.1 Uptrend
3.1.2 Downtrend
3.1.3 Sideways
3.2 Make a Trend lines
3.3 Advancing Trend LInes
3.3.1 Nested Trend LInes
3.3.2 Reversal Point
3.4 A Story about trend lines

BUKU II :
1 : Support Resisten
1.1 : Menerobos Penghalang
1.2 : Penggunaan Support / Resisten
1.3 : Cut Loss
1.4 : Beberapa Pola Support / Resisten
2 : MA (Moving Average)
2.1 : Menggunakan MA
2.2 : Validitas MA
2.3 : Menggabungkan MA dengan metode lain (Trend lines / MACD)
3 : MACD (Moving Average Convergence Divergence)
3.1 : Introduction
3.2 : Membaca MACD
3.3 : Menggunakan MACD
3.4 : Beberapa Pola MACD
4 : RSI (Relative Strength Index)
5 : Bandarmology (Introduction)
BUKU SAHAM III
Daftar Isi :
SIKLUS EMOSI PASAR
Euphoria
Anxiety
Denial
Fear – Desperation _ Panic
Capitulation – Despondency
Depression
Hope
Strategi Trading Memanfaatkan Siklus Emosi Pasar
Panduan Memilih Saham
Analisa Teknikal : Metode Yang Paling Valis
Perencanaan Keuangan
Srategi Investasi
Hidup itu Investasi
Trading Plan
Simulasi Cut Loss
Harga :
Per Buku Harganya Rp. 75.000 Untuk Hard Copy (Buku Dalam Bentuk FISIK) atau Rp. 60.000 (buku dalam bentuk file . pdf).

Tips Simpel Investasi



Sebenernya klau mau cuan di INVEST itu sangat mudah,

walau kalau dibanding trading, terkadang cuannya jauh lebih sedikit, tapi risknya dan effort (usaha) juga lebih kecil. Karena anda tidak perlu lihat running trade setiap hari. Tidak perlu telpon broker, tidak perlu nungguin dan anda punya waktu lebih untuk melakukan aktifitas lain (bekerja, santai, waktu bersama keluarga, beribada, dll).

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena bisa saja mau untung malah buntung, contoh kayak BNBR, BNII yang hingga saat ini belum balik harga dari highest 10 tahun yang lalu.

paling gampang sih caranya gini neh..

1. DIVIDEN

2. TIMING

3. FA

Dividen : Cari saham yang dalam beberapa tahun terakhir bagi dividen di atas 10% harga anda beli CONTOH : ADMF, ASGR, AUTO, BATA

Timing : Belilah saat timing yang tepat, contoh saat setelah bagi dividen, biasanya harga jatuh lebih dari dividen,

FA : belilah setelah anda yakin bahwa saham yang anda beli akan bertahan lama, lihat hutangnya, marginnya dan ROE. BATA UNVR, AUTO cenderung sangat tahankrisis, sedangkan ADMF, moderat, agak risky

Dan satu lagi, pastikan saham yang anda beli bukan musiman seperti komoditas yang sekali musim bisa naik 100x lipat dan kalau sudah gak musim bisa turun 99%. Kalau mau ivest di Komo ya nunggu turun 99% itu,hehe…

Dan yang paling penting adalah anda harus SABAR menunggu masa panen…

sumber: http://dolgado.blogspot.com/

Lenny Liembono

April 18, 2009 Posted in: Learning No CommentsEdit

Minggu, 12 April 2009

Lebih baik Lost Opportunity daripada lost money


Thursday, April 9, 2009

HOLIDAY REFLECTION

Banyak yang selalu menyesal, kenapa saya beli ketinggian ?, kenapa saya jual kemurahan ? Biasanya setelah billy tanya penyebabnya ? jawabannya adalah takut or serakah.

Mengapa selalu dikatakan, Lebih baik Lost Opportunity daripada lost money, jelas kalau kesempatan hilang kita tidak akan mengalami kerugian secara materi, paling hanya mental, but kalau lost money, kita bener2 rugi secara materi dan mental.

Namun saya juga memiliki prinsip lebih baik tidak kehilangan dua-duanya, dengan strategi trading yang tepat. Om SEM juga berpendapat demikian ternyata,heheheeee
But agak susah bagi trader pemula melakukan itu. Jadi lebih baik mereka lost opportunity daripada lost money yang bisa membuat desperate.

Prinsip Cut your losses immediately dan Let your profit run, sering diputar oleh trader pemula menjadi
LET YOUR LOSS RUN, and CUT YOUR PROFIT IMMEDIATELY, ini yang sering buat trader pemula rugi.

Selalu tunggu signal reversal yang baik, jika ingin membeli atau pun menjual saham anda.

GBU

Sabtu, 04 April 2009

three major steps


Adam Khoo

to me
show details 9:30 AM (12 hours ago)
Reply

==============================
============
"How To Make Your Fortune From The
Greatest Investment Opportunity
Since The Great Depression!"

=> http://www.ProfitFromThePanic.com
==========================================

Hi Tjhai,

What do you need to know to be part of the profit making minority?
Well, there are three major steps to becoming a successful value
investor:

Step 1: Identify very good businesses
Step 2: Buy their stocks at a bargain price
Step 3: Wait for the market to realize the stock's true value

Step 1: Identify Very Good Businesses
The first thing to understand when buying a stock - you are not
purchasing a lottery ticket with a random chance of its price
moving up or down. Buying a stock means that you are buying part
ownership of a company that is listed on a stock exchange.

For you to make money, you have to only buy VERY GOOD businesses.
It should have a solid business model that brings in earnings
(sometimes termed as profits) that are CONSISTENT and PREDICTABLE.
Ultimately, it is a company's ability to generate higher profits
every time that will drive up its value and consequently its share
price.

Many businesses are able to earn high profits from time to time.
However, their profits are usually inconsistent and usually decline
in the face of new competition or when demand for their goods and
services decline. These are companies that you want to avoid buying!

Very few companies (less than 5%) can make CONSISTENT and
PREDICTABLE earnings over the long term. These good businesses are
the only ones that you should invest in.

Step 2: Buy Their Stocks at Huge Price Discounts
Once you have identified a great business, the second step is to
buy its stock only when prices are way below their true value
(known as intrinsic value).

For example, if a company like PepsiCo (NYSE: PEP) is worth $74,
you would buy it when the stock price is trading at a good discount
like $55. Eventually, the market would push its stock price back to
or above its intrinsic value of $74.

Step 3: Wait for the Market to Realize the Stock's True Value

Finally, great investors know that fortunes are not made overnight.
They have the confidence and patience to wait until the market
recovers, before taking profits when things get too bullish and
stock prices become way overpriced.

Many people have the misconception that the world's best investors
are able to predict the market and somehow time their investments.
The truth is that NOBODY can time the market consistently and
accurately. Great investors like Warren Buffett, Peter Lynch,
Benjamin Graham and John Templeton never made their billions by
buying exactly at the bottom. They merely bought somewhere NEAR the
bottom - good enough for them and anyone else.

They have NO IDEA WHEN the market will turn or where the market
will go in the next few months or even the next few years. All they
know is that if they are patient enough, the market will turn
bullish ONE DAY.

To your investing success,
Adam
http://www.ProfitFromThePanic.com/index1.htm

JUAL SAHAM ANDA LEBIH MAHAL


E-mail Print PDF
Santo Vibby's Best Selling Books

Santo Vibby's Best Selling Books

Another Best Seller Book !!

by Santo Vibby

Judul buku : Jual Saham Anda Lebih Mahal !!!

ISBN : 978-979-16718-0-4

Halaman : 204 hal

Tersedia di : Toko Buku Gramedia

Pada saat pasar modal sedang bergerak naik, naik, dan naik, semua trader/investor akan di penuhi dengan Euphoria. NAMUN saat pasar modal meluncur turun dengan cepat, semua trader/investor akan dilanda kepanikan dan kekhawatiran.

ANDA TIDAK PERLU SEPERTI MEREKA !!

Buku ini akan melengkapi pengetahuan dan ketrampilan yang membantu Anda untuk tetap tenang dan mengerti, serta mengetahui apa yang sedang atau bahkan sebelum akan terjadi, serta mempersiapkan diri untuk menentukan langkah selanjutnya dengan kepercayaan diri dalam bertransaksi di pasar modal.

Buku ini telah memasuki cetakan ke 5-nya dengan rekor Best Seller dari Gramedia karena terjual lebih dari 30 ribu buku dalam waktu hanya 3.5 bulan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Bahkan bagi seorang investor jangka panjang yang berkonsentrasi pada aspek fundamental analisis, dapat memaksimalkan perkembangan keuntungan portofolionya melalui seri analisa teknikal dalam buku ini.
Anda akan mendapatkan pencerahan mengenai jenis saham-saham yang potensial, pola-pola, serta waktu yang tepat untuk menjual saham Anda lebih mahal”

  • Jhon Veter

[Pembicara Seminar & Pelaku Pasar - Fundamental Analisis]

“Jarang sekali bertemu trader profesional yang mempunyai kemampuan intuisi terhadap suatu pasar modal. Kemampuan untuk bertransaksi di pasar modal dengan menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual, serta menghitung target nilai harga suatu saham telah dituangkan secara sempurna pada buku ini.”

  • Soeratman Doerachman

[Pemimpin salah satu Komunitas Terbesar Pasar Modal Indonesia J-Club ]

“Teknikal Analisis bermain dengan probabilitas dan mengantisipasi pergerakan harga ke depan melalui harga yang telah terjadi sebelumnya. Sekali lagi Santo Vibby berhasil memberikan penerangan dan rambu-rambu yang jelas dalam keruwetan perdangangan pasar modal yang bergerak naik dan turun.
Buku ini wajib Anda baca !!

  • M. Al Fatih

[Pengamat, Pembicara di Media Eletronik, dan Analis Pasar Modal
AATI - Asosiasi Analisa Teknikal Indonesia]

Last Updated ( Tuesday, 28 October 2008 01:08 )

http://www.j-club.biz/v8/index.php?option=com_content&view=article&id=22:whats-new-in-15&catid=29:the-cms&Itemid=29

Wanna be a Candlestick Warrior ?

E-mail Print PDF
1st Book

When To Buy and Sell, Candlestick Can Tell

"Buku ini merupakan pedoman yang tidak diragukan lagi akan menjadi referensi analisa teknikal untuk dijadikan acuan, bahkan dalam tahun-tahun kedepannya dalam transaksi saham di BEI"

Candlestick merupakan metoda charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad sampai sekarang.

Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya hingga kini telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer di berbagai kalangan trader dan investor.

Namun, terdapat banyak tabir-tabir gelap dari candlestick yang tidak dapat dimengerti secara jelas dalam proses pembacaan dan penerapannya, Anda tidak pernah betul-betul mempelajarinya dan tidak begitu jelas bagaimana menginterpretasikannya secara benar dalam transaksi anda sehari-hari.

Buku ini akan menjadi hand book yang sangat membantu menyingkap tabir-tabir gelap tersebut dengan penjelasan yang sangat mudah dimengerti serta praktis untuk digunakan.

Dengan menggunakan contoh-contoh nyata chart JKSE dari BEI, maka Anda akan dapat memaksimalkan keuntungan Anda dalam bursa saham.

Grand Launching buku ini di resmikan oleh Direktur BEI, Erry Firmansyah bertepatan dengan ulang tahun J-club pada saat itu.

Buku ini telah memasuki cetakan ke 9-nya, sementara masih tersedia di Gramedia seluruh Indonesia dan sudah terjual lebih dari 80 ribu copy saat ini.

Jangan ketinggalan untuk mengikuti pelatihan/kursus Jurus-jurus ampuh dari Candlestick dapat Anda ikuti disini

Last Updated ( Monday, 13 October 2008 12:59 )

http://www.j-club.biz/v8/index.php?option=com_content&view=article&id=24:content-layouts&catid=29:the-cms&Itemid=38

Sabtu, 28 Maret 2009

FILOSOFI INVESTASI



March 28, 2009 Posted in: News No CommentsEdit

TWIH : Filosofi Investasi

Sumber Bacaan : The Winning Investment Habbits of Warren Buffet and George Soros

Disarankan Anda Untuk Membeli dan Membaca Buku Tersebut, Tersedia kok di Gramedia

Kebiasaan Juara 3

Setiap keputusan yang dibuat seorang investor adalah hasil dari filosofi investasinya. Filosofi adalah penjelasan tentang bagaimana dunia disekitar kita berjalan dan bagaimana kita memahaminya.

Filosofi investasi adalah satu set keyakinan tentang:

1. Kondisi realitas investasi: bagaimana pasar berjalan, mengapa harga bergerak, serta apa yang menyebabkan untung dan rugi.

2. Sebuah teori nilai, tergantung bagaimana nilai dapat diidentifikasikan.

3. Sifat investasi yang baik.

Sebagian besar investor berpegang pada beragam keyakinan yang sering kali saling bertentangan, yang mereka serap dari lingkungan. Karena belum membentuknya untuk diri mereka sendiri, mereka cenderung mengubah keyakinan investasi mereka bersamaan dengan bias yang terbentuk di pasar.

Tidak demikian halnya dengan Warren Buffet dan Gorge Soros. Masing-masing mencurahkan banyak waktu dan pikiran untuk membentuk filosofi mereka sendiri yang eksplisit dan konsisten, yang tidak berubah di tengah perubahan suasana. Bagi investor ahli, filosofinya merupakan perlindungannya kekacauan pasar yang konstan. Entah investor ahli secara sadar menerapkan filosofi investasi orang lain atau membenetuknya sendiri, ia secara sadar memikirkan keyakinan yang dipegangnya dan selalu menyadari ”alasan” di balik setiap langkah investasi yang diambilnya.

Sama seperti kemampuan, minat, keahlian, pengetahuan, dan pengalaman Buffet dan Soros yang sangat berbeda, demikian pula dengan filosofi investasi mereka. Buffet sudah tertarik dengan uang, bisnis, dan angka sejak muda. Jadi fokus filosofi investasinya adalah pada teorinya tentang nilai, yang ia terapkan untuk menilai kualitas sebuah perusahaan bisnis. Minat utama Soros adalah bertahan hidup, dan hal ini terus menjadi filosofinya. Ia memulai karier investasinya di london dengan menjadi perantara perdagangan emas antarpasar internasional dan menjadi terkenal di New York sebagai seorang pakar saham Eropa.

Buffet dan Soros berpendapat bahwa pasar sering keliru.

Walau tidak menggali alasannya, Buffet mengamati bahwa pasar keliru, dan mengambil keuntungan darinya. Sebaliknya, Soros membangun teori yang rinci mengapa pasar sering keliru, yang menjadi pedoman untuk mengambil keuntungan darinya.

Bagi Buffet, buku karya Benjamin Graham, The Intelegent Investor menjadi pedoman filosofi investasinya. Fondasi filosofis Benjamin Graham dan Warren Buffet adalah sebuah pandangan tentang kondisi investasi yang dipersonifikasi oleh Graham sebagai ”Mr. Market”. Pandangan Buffet-Graham tentang pasar, didasarkan pada sejumlah keyakinan tentang pasar, yaitu:

  • Pasar sering keliru.
  • ’Prediksi’ tidak termasuk dalam strategi investasi Buffet-Graham.
  • Membuat keputusan investasi dengan standar mereka sendiri, dan tidak mengikuti standar pasar.

Buffet-Graham menerima fluktuasi pasar apa adanya. Mereka tidak memiliki teori rinci mengapa pasar berfluktuasi, dan pendekatan investasi mereka tidak membutuhkannya. Fokus filosofi investasi mereka adalah pada penentuan nilai dan karakteristik investasi yang baik.

Sekitar tahun 1960-an, Buffet mulai menambahkan filosofi dari Philip Fisher dalam filosofi investasi pribadinya. Jika Benjamin Graham menyusun ”investasi nilai” di New York, Philip Fisher menciptakan ”investasi pertumbuhan” di San Francisco. Jika metode evaluasi Graham bersifat kuantitatif, maka metode Fisher bersifat kualitatif. Bilamana Graham hanya mengandalkan laporan keuangan perusahaan, Fisher merasa perlu mengetahui lebih jauh suatu perusahaan dari para eksekutifnya, customer, consumer, pemasok, mantan karyawan, dan (terutama) pesaingnya. Dengan menggunakan metode Fisher dan sambil berada dalam ”lingkaran kompetensi”-nya, Buffet mencari perusahaan yang memenuhi standar ”empat dimensi”-nya:

  • Perusahaan itu harus memiliki batas persaingan dengan menjadi produsen yang biayanya terendah di industri, dan/atau memiliki produksi, keuangan, riset, dan keahlian pemasaran yang superior.
  • Perusahaan itu harus memiliki manajemen yang sangat baik, yang dilihatnya sebagai dasar dari hasil yang gemilang.
  • Karakteristik ekonomi dari bisnis itu harus memastikan bahwa keuntungan di atas rata-rata industri, return on aset, marjin laba, dan pertumbuhan penjualan perusahaan pada tahun berjalan akan berlanjut untuk waktu lama.
  • Harga harus menarik.

Menurut Fisher, hanya ada tiga waktu untuk menjual saham:

  • Anda menyadari bahwa anda telah keliru, dan perusahaan sangat tidak memenuhi kriteria.
  • Perusahaan tidak lagi memenuhi kriteria.
  • Anda menjumpai peluang fantastis dan satu-satunya cara anda dapat membelinya adalah dengan menjual yang lain terlebih dahulu.

Fisher yakin bahwa harga pasar lebih ditentukan oleh persepsi ketimbang fakta dan Wal Street berfokus pada jangka pendek serta mengabaikan jangka panjang. Hal ini dapat menciptakan peluang yang besar.

Berbeda dengan Buffet, George Soros tidak pernah berpikir menjadi investor atau pelaku bisnis. Namun dengan pengaruh Friedrich von Hayek dan Karl Popper, Soros melihat pasar keuangan sebagai laboratorium untuk menguji gagasan filosofinya. Soros menyadari bahwa ia dapat keliru, walaupun telah berinvestasi dalam ”lingkaran kompetensi”-nya. Ia yakin bahwa pandangan manusia terhadap dunia adalah cacat atau terdistorsi. Pada kesempatan itu, bila ia dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain, maka ia akan dapat mengambil keuntungan darinya.

Jika Buffet mencari harga beli 50 sen dolar untuk saham senila $1, maka Soros lebih memilih untuk membayar $1 untuk saham senilai $1 saat ia dapat melihat datangnya perubahan yang akan mendorong dolar itu menjadi $2 atau lebih. q2_phat.


--
==============================

=========
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.com
dolgadofund.blogspot.com

Rabu, 25 Maret 2009

TRADING PLAN



Learning TA : Trading Plan

Salah satu bagian yang paling penting dalam trading adalah TRADING PLAN atau perencanaan trading. Bahkan bukan hanya dalam trading saja namun dalam setiap aspek kehidupan diperlukan perencanaan. Tanpa perencanaan anda , tindakan anda akan menjadi sembarangan dan menjauh dari tujuan semula. Baik di saham maupun kehidupan nyata.

Dengan adanya perencanaan maka tindakan anda akan terkontrol sehingga selalu mengarahkan anda kepada tujuan anda. Dalam trading, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai trading, berkenaan dengan Trading plan :

1. Target Profit Anda

Target profit disini bukanlah target profit jangka pendek saja, melainkan jangka panjang, menengah dan pendek. Misal anda target setiap tahun anda mendapatkan keuntungan 36% sehingga dalam 20 Tahun, portofolio anda akan menjadi 1000x lipat/1 Miliar ke 1 triliun (pakai Compound Interest). Maka dari 36% per tahun tersebut dibagi lagi 12 Bulan menjadi 36 Per bulan.

Jadi anda memiliki Target 1000x Lipat dalam 20 Tahun, 36% per tahun dan 3% per bulan, kecil bukan, namun jika dilakukan dengan konsisten hasilnya sangat besar, itulah kenapa Warren Buffet bisa menjadi orang terkaya di dunia. Nah dari target profit ini yang adalah 3% per bulan akan membantu anda untuk mengendalikan emosi anda dalam trading.

Sebab seringkali Trader salah langkah ketika menginginkan hasil yang terlalu besar. Padahal yang dibutuhkan untuk menjadi kaya raya, Bukan PROFIT sesaat, namun profit yang konsisten. Sehingga dengan memiliki target, anda akan tau kapan anda HARUS BERHENTI. Salah satu aspek dari Pengendalian Diri adalah menahan diri dari apa yang ingin dilakukan.

Contoh Kasus, Seorang trader yang tidak punya target, ketika sudah PROFIT, emosi segera Euphoria (merasa akan bisa terus menang), sehingga tidak teliti dalam mengambil keputusan. Dengan adanya tarhet profit, akan memberi anda WAKTU untuk COOLING DOWN atau waktu untuk menenangkan diri sebelum mengambil keputusan lagi.
2. Level Cut Loss

Sadarilah bahwa semua bisa saja salah, tidak ada yang 100% benar. Hal ini berkenaan dengan 2 hal. Pertama, anda target Profit 3% tapi Take profit di 10%, misal pasar tiba - tiba sangat BULLISH Sesaat, ini bisa saja. namanya kesalahan yang menguntungkan. Tapi ada juga anda target profit 3% tapi saham malah turun.

Nah disinilah diperlukan cut loss. Tanpa Cut Loss, seluruh keuntungan anda bisa terhapus, atau bahkan juga seluruh modal anda bisa - bisa habis. Contoh paling nyata Saham BUMI yang turun dari 8750 pada tahun 2008 dan saat ini 800 (Maret 2009). Biasanya, Level Cut Loss adalah 1/3 Dari Target Profit. Jadi misal target profit anda adalah 10%,maka Cut Loss di 3%.

Berhubungan Dengan point Pertama di atas, Misal saja. Target Per bulan anda adalh 3%, maka ketika suatu saat anda 1x profit 10% namun 2x Loss dengan CL 3%, maka anda masih memenuhi Target.

3. Kapan Membeli

INI YANG PENTING, Tidak setiap saat merupakan saat yang baik untuk membeli. SERINGKALI kita harus ,menahan diri dari melakukan pembelian. Cara yang paling baik adalah dengan HANYA membeli saat bursa dan saham pilihan anda UPTREND LONG TERM.

Anda juga bisa membeli pada saat suatu saham menembus resistennya, silahkan baca bagian TA-Pattern, disana banyak Pattern yang dapat dijadikan alat bantu anda. Untuk mengerti Kapan Harus membeli disarankana anda membaca mengenai Candlestick dan TA-Pattern

4. Kapan Menjual

Sesuai dengan point 1 di atas, sesuai dengan target profit anda. Karena itulah target profit sangat penting sebelum anda mulai masuk ke dalam suatu saham atau instrumen investasi.

Lenny Liembono
to dolgado-milis

Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.com
dolgadofund.blogspot.com

Rabu, 18 Maret 2009

ten most important rules




http://vierjamal.blogspot.com/2009/03/10-most-important-rules.html