Live World Indices are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Kamis, 22 September 2011

23 September 2011


DOW MERAAHHH
tetap perhatikan regional

selalu setia pada trading plan dan money management anda


saat ini sebaiknya hold cash lebih banyak atau kalau mau trading odt atau scalping aja
risk masih lebih besar dari cuan
tapi market akan kemana siapa yang tahu he he
harapan kita sih ada rebound (ngarep nih yeee)
hi hi untuk scalper selalu ada kesempatan cuan ,cuma resiko cukup tinggi

kalau mau santai tunggu market uptrend lagi baru trading
so yang penting jaga kesehatan anda
sebaiknya tunggu market uptrend lagi kita baru trading lagi


klik gambar untuk mempesar tampilan

pengguna firefox mouse nya klik kanan pilih open link in new tab



DISCLAIMER ON :

semua yang diblog ini
cuma buat belajar

tidak ada jaminan apapun
setiap keuntungan dan kerugian yang terjadi
sepenuhnya tanggung jawab anda sendiri
mari belajar bersama
==============================================================
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1777382/koreksi-spektakuler-ihsg-tidak-mirip-2008

Koreksi Spektakuler IHSG Tidak Mirip 2008
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal - Jumat, 23 September 2011 | 06:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Kerontokan IHSG kemarin, dinilai bukanlah tren bearish seperti yang terjadi 2008. Saat itu, krisis likuiditas terjadi di seluruh dunia.

Pada perdagangan Kamis (22/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup turun drastis 328,35 poin (8,88%) ke level 3.369,14, dengan intraday terendah di 3.360,19 dan tertinggi di 3.695,93. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 64,93 poin (10,09%) ke 578,46.

President Director and Founder of PT Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan, trend bullish IHSG akan selalu lebih panjang dari pada bearish. Bahkan, seringkali bullish lebih panjang hampir 2 kali bearihs-nya.

Dia menjelaskan, dalam teori siklus, dikenal siklus terbesar hingga 60 tahun, 30 tahun, 10 tahun, 5 tahun dan seterusnya hingga yang terkecil adalah siklus 1 jam. "Untuk jangka waktu yang akan saya bahas adalah siklus 5 tahun," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/9).

Menurutnya, IHSG memulai siklus bullish spektakulernya pada 2003 hingga 2007 (5 Tahun) dan diikuti oleh 1,5 tahun siklus bearish (2007-2009). "Pada 2009 IHSG memulai rebound-nya dan diasumsikan sebagai siklus bullish baru yang idealnya berkisar antara 4-5 tahun hingga tahun 2013 sebelum diikuti krisis seperti tahun 2008 lalu," ungkapnya.

Nah, menurut Gema, sekiranya terjadi koreksi yang spektakuler seperti pada Rabu (22/9/2011) ini, sepertinya bukan merupakan krisis seperti 2008. "Pasar Modal merupakan barometer ekonomi suatu negara di mana perbedaan mencoloknya adalah pada 2008 hampir seluruh negara di dunia mengalami krisis likuiditas dan diikuti dengan redemption besar-besaran di pasar saham," paparnya.

Namun kali ini? Dia mempertanyakan, apakah krisis juga terjadi di Asia? "Nah mari kita melihat dengan lebih jernih perbedaan antara 2008 dan 2011 paling tidak dari data yang saya dapat hingga hari ini," paparnya.

Dia yakin, penurunan tajam IHSG yang jadi penderitaan bagi pasar akan segera berakhir dan pelangi akan mulai terlihat di saat new moon nanti. "Ini adalah musim tanam, para petani tidak akan memanen di saat musim tanam. PT Astronacci International akan terus mendukung investor di seluruh Indonesia dan global dengan ulasan pasar demi kenyamanan Anda berinvestasi dan tentunya keselamatan anda," imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
==================================================================

http://rencanatrading.wordpress.com/2011/09/22/15-45-457/

15.45*

i
6 Votes
Quantcast

Selamat sore…

Godaan untuk beli, sore ini benar-benar besar. Maklum, IHSG sudah mencapai kisaran target dari skenario wave di 3400-3450. Akan tetapi, masalah kemudian timbul karena indeks HangSeng ditutup menembus suport retracement 50%nya di 17980. Kegagalan suport ini untuk bertahan, telah membuat indeks ini memiliki potensi penurunan hingga kisaran 16000-16500. HSI masih bisa turun lagi.

Harapan sebenarnya sempat muncul. Harapan muncul dari penurunan IHSG yang terlalu dalam dibandingkan dengan koreksi yang terjadi di bursa regional. Harapan lain sebenarnya juga muncul dari posisi fund flow asing di tahun 2011 ini yang sudah mulai mendekati titik impas. Dari hitungan yang kami lakukan, posisi net buy asing untuk tahun 2011 hingga pagi hari tadi, sudah tinggal tersisa Rp 2 tr – Rp 5 tr. Dengan posisi net sell asing yang hampir mencapai Rp 2 tr, sepertinya barang jangka pendek yang dimiliki, sudah tidak banyak lagi. Tapi tetap saja: kalau kita melihat posisi asing sejak bottom 2008… net buy asing masih tercatat sebesar Rp 40 tr – Rp 45 tr. Bagaimana kalau asing mulai melepas posisi jangka panjangnya?

Tapi… saya sedang tidak suka berharap. Saya lebih suka yang realistis. Karena posisi IHSG sudah di target jangka pendek saya, saya sih sedang antri beli untuk keperluan baibek. Untuk posisi beli average down, sepertinya belum bisa karena resikonya masih cukup besar. Saya saat ini masih berhitung… kemana IHSG kira-kira jika suport 3309 ditembus. Kemana IHSG jika 3309 ditembus? Kita simpan sampai besok saja deh… Semoga suport di 3309 masih bisa bertahan.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini. Terima kasih.

=============================================================
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1777216/bei-terus-antisipasi-ihsg-jatuh-cukup-dalam

BEI Terus Antisipasi IHSG Jatuh Cukup Dalam


Headline
inilah.com
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Kamis, 22 September 2011 | 14:31 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hal itu disampaikan Direktur Pengawasan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, Kamis (22/9). "Memang pelemahan yang terjadi sudah cukup signifikan. Kami sudah tentukan bahwa di titik tertentu akan ada rapat internal. Dan kalau sudah di satu titik yang dianggap rawan, kami akan usulkan ke Bapepam-LK agar perdagangan saham sementara disuspensi. Hingga saat ini kami terus mencermati perkembangan," ujar Uriep di Jakarta.

IHSG sempat berada di level 3.425,19 pada perdagangan saham Kamis (22/9). Uriep mengakui, IHSG turun seiring penurunan saham berkapitalisasi besar antara lain saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga turut mencermati pergerakan bursa saham. Menurut Nurhaida, penurunan bursa saham ini tidak lepas dari kondisi pasar global yang tak kunjung membaik. Bapepam-LK pun telah menginstruksikan BEI untuk terus mencermati perdagangan saham.

"Kami sudah instruksikan kepada BEI untuk terus mencermati kondisi perdagangan. Seperti kita tahu kondisi global saat ini sedang kurang bagus. Semuanya sedang kami amati. Nanti akan kami terus kabarkan perkembangannya," kata Nurhaida.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
===============================================================
ANCAMAN KRISIS GLOBAL
Operation Twist, Jurus terbaru The Federal Reserve
dibaca sebanyak 1205 kali
0 Komentar

Akhirnya, seperti banyak perkiraan para ekonom, The Federal Reserve meluncurkan kebijakan "Operation Twist", kemarin (21/9). Bank sentral Amerika Serikat ini telah memutuskan membeli surat utang jangka panjang pemerintah Amerika Serikat sebesar US$ 400 miliar.

Dana pembelian surat utang jangka panjang ini bukan berasal dari pencetakan uang baru melainkan dengan menjual surat utang berjangka lebih pendek. Dana penjualan surat utang kemudian dipakai untuk membeli surat utang jangka panjang.

Operation Twist pertama dan terakhir kali dilakukan pada masa pemerintahan John F. Kennedy pada 1961. Ketika itu, Kennedy yang terpilih sebagai presiden pada November 1960 menghadapi perekonomian AS yang lesu. Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, pemerintah Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tetap rendah.

Solusinya tersebut justru bikin Amerika Serikat semakin babak belur. Sebab, suku bunga yang rendah memicu eksodus dana besar-besaran dari Amerika ke Eropa. Banyak orang melepas dollar AS lalu membeli emas dan selanjutnya diinvestasikan di Benua Biru.

Ini lantaran, Eropa saat itu tidak mengalami resesi seperti sekarang ini. Suku bunga di Eropa lebih tinggi dibandingkan di Amerika Serikat.

Capital outflow ini yang bikin Kennedy dan bank sentral pusing kepala. Mau tak mau mereka harus menyetop aliran dana keluar tanpa harus menaikkan suku bunga. Sebaliknya, kalau suku bunga dinaikkan, kucuran kredit bagi belanja perusahaan bisa seret. Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi bakal mandeg.

Dilema ini kemudian diatasi pemerintahan Kennedy dengan cara memangkas yield surat utang jangka panjang dan menahan yield surat utang jangka pendek. Dasar pemikirannya bahwa investasi usaha dan permintaan rumah sangat tergantung pada imbal hasil surat utang jangka panjang. Sementara, pertukaran mata uang sangat tergantung pada imbal hasil surat utang jangka pendek.

Persoalannya adalah bagaimana menurunkan yield surat utang jangka panjang tersebut sembari menahan yang jangka pendek. Kennedy lantas mengajak The Fed bekerjasama.

Intinya, The Fed akan membeli surat utang jangka panjang pemerintah lewat pasar. Untuk membeli surat utang jangka panjang itu, bank sentral Amerika Serikat harus melego surat utang jangka pendek yang dipegangnya.

Sementara, Kementerian Keuangan akan mengatur pasokan surat utang jangka pendek. Sehingga semakin hari, pasar akan penuh dengan surat utang yang mempunyai tenor lebih pendek yang berimbal hasil lebih rendah.

Lewat kerjasama ini, pemerintah Amerika Serikat dan The Fed berusaha men-twist yield curve. Istilah twist sendiri diambil dari tarian “gila” dengan memutar-mutarkan pinggul dan megal-megol kaki yang diperkenalkan penyanyi Chubby Checker pada awal 1960-an.

Berdasarkan kajian Eric T. Swanson, peneliti senior Federal Reserve Bank of San Francisco, yield surat utang jangka panjang turun hingga 15 basis poin atau 0,15% selama Operation Twist dilakukan sejak 1961 hingga 1965.

Dengan demikian, jika yield lebih rendah, pemerintah Amerika Serikat berharap investor yang ingin mencari cuan gede tentunya mau tak mau akan beralih mencari portofolio lain. Salah satu harapannya, investor akan membenamkan duitnya pada sektor riil atau pasar properti. Alhasil, harapannya, belanja konsumsi ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak Terms of Use "


==============================================================

http://internasional.kontan.co.id/v2/read/internasional/78120/Setelah-Asia-dan-Eropa-Dow-pun-ikut-anjlok

Internasional

Kamis, 22 September 2011 | 23:59 oleh Djumyati Partawidjaja, AP
PASAR MODAL DUNIA
Setelah Asia dan Eropa, Dow pun ikut anjlok
dibaca sebanyak 567 kali
0 Komentar

NEW YORK. Setelah pagi ini kondisi bursa Asia berguguran antara 1,56% untuk JASDAQ (indeks di pasar Jepang) sampai 8,88% untuk IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia), diikuti juga rontoknya pasar Eropa dan terakhir amblasnya pasar modal Amerika.

Rupanya para investor belum melihat adanya tindakan yang jelas dari pemerintah Amerika Serikat untuk menghindari resesi yang terus datang mengancam. Dow Jones Industrial Average (DJIA) langsung melorot 425 poin atau 3,8% untuk menjadi 10.699 di siang hari perdagangan Kamis (22/9).

Sementara S&P 500 jatuh 41 poin atau 3,5% untuk menjadi 1.128, tidak terkecuali Nasdaq yang jatuh 82 poin atau 3,2% menjadi 2.456. Sementara itu harga-harga komoditi seperti minyak dan logam sama-sama jatuh, karena para investor mulai khawatir lambatnya pertumbuhan ekonomi bisa menghadirkan resesi yang memangkas permintaan komoditi.

Para investor pun mencari instrumen investasi yang aman dan banyak investor Amerika memilih surat utang pemerintah atau Treasury Notes yang dianggap jauh lebih aman dibandingkan saham. Tak heran kalau yield Treasury Notes 10 tahun bisa mencapai rekor terendah di 1,77% turun dari sebelumnya 1,86% di Rabu minggu lalu.

Otoritas pasar modal di New York sebenarnya sudah menerapkan peraturan baru yang didesain untuk membuat indeks tidak terlalu bergejolak. Tapi ternyata tidak mempan untuk menahan kepanikan para investornya. Bisa dilihat dari VIX, indeks yang mengukur tingkat ketakutan para investor, telah naik 7,2% dari skala 40, sudah dia atas kondisi normal.

Biasanya harga-harga saham di negeri adidaya itu memang akan sangat bergejolak setelah The Fed melepaskan pengumuman besar.

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak Terms of Use "
IHSG Jatuh, Kontrarian Trading Sangat Cocok



=================================================


GEMA GOEYARDI
Headline
Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyard - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal - Jumat, 23 September 2011 | 03:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Konsep kontrarian trading dinilai jadi strategi yang sangat cocok saat IHSG jatuh hampir 9% kemarin. Ini jadi kesempatanuntuk masuk pada saham-saham berkapitalisasi besar!

Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyardi mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, saat harga sudah terjatuh lebih dari 10% dalam sehari, saat tepat untuk manfaatkan kesempatan rebound intraday untuk masuk di saham-saham berkapitalisasi besar.

Saham-saham pilihannya adalah BBRI,ASII,BMRI,BUMIdan INDF.Menurutnya, saham-saham itu merupakan saham yang aktif namun sudah terpukul sangat dalam. “Dengan harga sekarang dibandingkan Price Earnings Ratio (PER) pada semester II/2011 2011, harganya sudah sangat murah,” kata Gema.

Pada perdagangan Kamis (22/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun drastis 328,35 poin (8,88%) ke level 3.369,14, dengan intraday terendah di 3.360,19 dan tertinggi di 3.695,93. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 64,93 poin (10,09%) ke 578,46.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG jatuh paling tajam di dunia, bagaimana Astronacci Market Timing menjelaskan ini?

Pada akhir Juli 2011 saya menggambarkan road mapatau blue print IHSG melalui riset UOBKayHian Securities Indonesia dan Daily report Astronacci Market Timing. Saat itu, koreksinya diprediksi tanggal 2-3 Agustus 2011 dan pada September 2011 awal. Dipublikasikan bahwa kemungkinan index IHSG jatuh mulai tanggal 12 September 2011.Faktanya, IHSG benar-benar jatuh secara signifikan pada tanggal-tanggal diatas.

Bagaimana dengan kejatuhan kemarin yang tajam?

Kejatuhan itu salah satunya disebabkan karena respon dari hasil pengumuman bank sentral AS, The Fed yang tidak merubah discount rate, tetap pada 0,75%dan juga meluncurkan program kebijakan fiskal Operation Twist sebesar US$400 miliar.

Disamping itu, rupiah yang sempat melemah hingga level Rp9.200 menjadi salah satu faktor melemahnya IHSG. Kejadian ini sangat unik dimana kita jatuh paling dalam dari seluruh bursa Asia. Apalagi, kondisi ekonomi sangat prima dengan Gross Domestic Product (GDP)6,5% juga tingkat inflasi dan suku bunga yang sudah sesuai dengan harapan pasar.Consumer spending di Indonesia juga masih sangat bagus tetapi market menyikapi dengan kejatuhan yang diluar akal sehat. Maka perlu kita lihat bahwa hal ini sebagai "kesempatan".

Sikap market di luar akal sehat. Kapan rebound akan tampak?

Berdasarkan perhitungan metode Astronacci, market akan berpotensi membentuk bottom pada tanggal 27-29 September 2011 bertepatan dengan siklus New Moon.Siklus New Moon kali ini terjadi pada saat matahari berada di zodiak Libra.

Berdasarkan data statistik selama 20 tahun terakhir, pembalikan arah yang signifikan akan terjadi di area event ini. Selain itu planet Venus yang juga sedang berada pada Libra akan menambah probabilitas kekuatan reversal dari index Dow Jones dan IHSG.

Disamping itu, Matahari akan bertemu dengan planet Uranus pada zodiak Libraatau Opposition Aspectyang akan membuat market menjadi sangat volatile hingga 7-12 Oktober 2011. Jika terjadi rebound di tanggal yang saya sebutkan, kekuatan rebound-nya akan sangat tinggi.

Level support berapa yang perlu diperhatikan?

Level 3.367 merupakan angka support penting karena angka tersebut adalah harga support rata-rata IHSG selama 90 minggu terakhir. Secara karakteristik, akan nampak rebound yang cukup signifikan di minggu berikutnya.Jika turun lebih dalam, mengacu pada titik terendah 21 Januari 2011 pada 3.309. Saat IHSG turun lebih dari level tersebut, besar peluang rebound akan terjadi hanya beberapa hari setelahnya.

Kalau begitu, strategi tradingnya bagaimana?

Konsep kontrarian trading sangat cocok untuk market yang sedang jatuh seperti ini. Saat harga sudah terjatuh lebih dari 10% dalam sehari, manfaatkan kesempatan rebound intraday untuk masuk di saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Ada alasan lain?

Saham-saham itu merupakan saham yang aktif namun sudah terpukul sangat dalam. Dengan harga sekarang dibandingkan Price Earnings Ratio (PER) pada semester II/2011 2011, harganya sudah sangat murah.

Lantas bagaimana masuknya?

Sesuaikan dengan tools teknikal favorit anda masing-masing dan gunakan Astronacci untuk memberi Anda tanggal masuknya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1777364/ihsg-jatuh-kontrarian-trading-sangat-cocok

=============================================================
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1777383/inilah-saham-pilihan-jumat-239

Inilah Saham Pilihan Jumat (23/9)
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Jumat, 23 September 2011 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diprediksi masih akan mengalami aksi jual pada perdagangan Jumat (23/9) dengan kisaran 3.240-3.395.

"Besok (hari ini) kami proyeksikan IHSG masih akan tertekan dan dipengaruhi oleh perkembangan dari bursa regional dengan kisaran support-resistance 3.240-3.395," kata analis saham Panis Sekuritas, Purwoko Sartono dalam catatannya kemarin.

IHSG ditutup kemarin turun drastis 328,35 poin (8,88%) ke level 3.369,14. Koreksi bursa didukung keluarnya dana asing, dimana nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) tercatat sebesar Rp825 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp6,152 triliun dan transaksi beli mencapai Rp5,326 triliun.

IHSG anjlok mengikuti anjloknya bursa regional yang dipengaruhi oleh data ekonomi China dan pernyataan The Fed dengan potensi memburuknya ekonomi global. Pergerakan IHSG juga terpengaruh oleh anjloknya nilai tukar rupiah sebagai indikasi adanya capital outflow dari investor asing. Meskipun rupiah akhirnya menguat menjadi Rp8.760/8.765 per US$dengan intervensi BI.

Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko menyarankan beli untuk saham INDF, ASII, BBCA dan BMRI. "Keadaan IHSG turun 9% dengan asing net sell besar, kondisi oversold (jenuh jual), rupiah menguat kembali dari 9.300 ke 8970 dan BI rate biasanya disusul oleh technical rebound," katanya kemarin.

Saham INDF disarankan beli dengan terget harga di 4.600-4.900 dari penutupan 4.350. Strategi masuk pertama di 4.350 dan kedua di 4.250 dengan cut loss di 4.125.

Untuk saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 62.500 dari penutupan kemarind i 58.000. Strategi masuk pertama di 57.900 dan kedua di 56.900 dengan cut loss di 56.500.

Kondisi jenuh jual, heavy asing net sell dan penutupan diatas simple moving average 200 hari (Rp.57.900) merupakan resep untuk terjadi technical rebound di saham dengan market cap terbesar di IHSG.

Sementara saham BBCA disarankan beli dengan target harga di 7.700 dari penutupan kemarin di 7.100. Strategi masuk pertama di 7.100 dan kedua di 7.000 dengan cut loss di 6.850.

Untuk saham BMRI disarankan beli dengan target harga di 5.800 dari penutupan kemarin di 5.300. Strategi masuk pertama di 5.300 dan kedua di 5.050 dengan cut loss di 4.950. Laju rupiah yang dapat dikendalikan meningkatkan kemungkinan suku bunga SBI tidak akan naik sehingga target pertumbuhan kredit akan tercapai perseroan.

Jadi rekomendasi melakukan bargain hunting di emitten bank BUMN yang sudah lumayan mengalami jenuh jual ini.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !









22 september 2011



DOW MERAAHHH
tetap perhatikan regional

selalu setia pada trading plan dan money management anda
untuk saham yang sdh naik tinggi gunakan trailing stop
atau taking profit dulu
perhatikan juga laporan keuangan dan aksi korporasi perusahaan .
perhatikan juga pernyataan para pejabat negara
perhatikan juga soal politik ekonomi dll

saat ini sebaiknya hold cash lebih banyak atau kalau mau trading odt atau scalping aja
risk masih lebih besar dari cuan
tapi market akan kemana siapa yang tahu he he
harapan kita sih ada rebound (ngarep nih yeee)
hi hi untuk scalper selalu ada kesempatan cuan ,cuma resiko cukup tinggi

kalau mau santai tunggu market uptrend lagi baru trading
so yang penting jaga kesehatan anda
sebaiknya tunggu market uptrend lagi kita baru trading lagi

sumber : http://www.forexfactory.com

klik gambar untuk mempesar tampilan

pengguna firefox mouse nya klik kanan pilih open link in new tab



DISCLAIMER ON :

semua yang diblog ini
cuma buat belajar

tidak ada jaminan apapun
setiap keuntungan dan kerugian yang terjadi
sepenuhnya tanggung jawab anda sendiri
mari belajar bersama
==========================================================
http://pasarmodal.inilah.com

Ekonomi Lesu, Fed akan Beli Treasury US$400 M
Headline
financialpost.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Kamis, 22 September 2011 | 05:53 WIB

INILAH.COM, New York - Bank sentral AS, The Federal Reverse akan membeli treasury senilai US$400 miliar untuk jangka pendek untuk menggairahkan ekonomi AS.

Fed menilai ekonomi masih tetap suram dan ekonomi masih tetap harus berjuang untuk dua tahun lagi. Untuk itu suku bunga dijaga suku bunga yang rendah hingga 2013 selama ekonomi masih lesu.

The Fed mengumumkan hasil pertemuan selama dua hari, pada Rabu (21/9) walaupun tiga anggota dewan memiliki pendapat berbeda. Solusi ini diharapkan akan dapat mengurangi kenaikan pada hipotek dan pinjaman konsumen serta bisnis, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Kebijakan ini mengganti ekspektasi akan mengucurkan dana US$2,87 triliun untuk operasi twist untuk menurunkan yield treasury lanjutan. Namun analis menilai perubahan ini hanya membantu sediki untuk mengurangi biaya pinjaman dan menaikkan indeks.

Bulan Juli lalu Fed meluncurkan dana US$600 miliar untuk membeli obligasi sebagai langkah mempertahankan suku bunga rendh. Namun indeks jatuh dan treasury untuk 10 tahun jatuh dengan harga yang naik.

Bank sentral AS ini berada di bawah tekanan untuk menggairahkan ekonomi AS sejak resesi dalam dua tahun terakhir. Dalam semester I tahun ini ekonomi tumbuh hanya 0,7%. Pasar perumahan tetap tertekan dan pengangguran mencapai 9,1%.

Pada bulan Agustus, ekonomi AS tidak menyerap tenaga kerja dan konsumen pun tidak menambah pengeluaran. Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari 2% untuk tahun ini.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !

Tommy Yu
IHSG Berisiko Turun ke Level 3.600
Headline
Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal - Kamis, 22 September 2011 | 03:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta –Setelah ditutup di level 3.697, IHSG berada pada level kritis 3.700 sehingga berbahaya bagi pelaku pasar. Jika turun, bisa mencapai 100 poin. Begitu juga sebaliknya. Lebih baik wait and see!

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, saat ini indeks berada dalam bahaya. Karena itu, bagi pelaku pasar seperti menangkappisau jatuhkarena sangat spekulatif.Jika kebetulan dapat menangkap gagangnya dapat untung besar, sebab harga saham saat ini sudah sangat rendah jauh di bawah.

Sebaliknya, jika yang tertangkap adalah mata pisaunya, tangannya akan berdarah-darah. Jadi,IHSG seperti menangkap pisau jatuh. “Berbahaya!” katanya. “Bagi pelaku pasar yang tidak spekulatif saya tidak menyarankan masuk. Semua saham wait and see dulu.”

Pada perdagangan Rabu (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,494 dengan intraday tertinggi di level 3.752,299 dan terendah 3.687,913. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 11,02 poin (1,68%) ke angka 643,391.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah tembus 3.700 bagaimana Anda melihat risiko pada laju IHSG?

Level threshold (ambang batas) IHSG saat ini di level 3.700 hingga 3.720. Kemarin, indeks ditutup di level 3.697 atau 3 poin di bawah ambang batas itu. Artinya, indeks sudah jebol 3.700-nya yang merupakan support kuat.Teorinya, kalau sampai itu ditembus ke bawah, memberikan sinyal indeks bakal melemah lebih jauh. Tapi, karena penembusan tersebut hanya 3 poin, pasar bisa mengabaikannya. Kecuali, jika support tersebut ditembus lebih dari 15 poin ke bawah. Penembusan ini lebih berarti dibandingkan hanya 3 poin.

Kalau begitu ada potensi penguatan Kamis (22/9) ini?

Level 3.700 merupakan level kritis. Pelemahan indeks kemarin, tertahan di level support 3.700 itu. Tapi, jika Kamis (22/9) ini justru jebol ke bawah, IHSG berpeluang turun 100 poin lagi ke level support 3.600. Jika melemah, level 3.600 bisa dicapai pada Jumat (23/9) atau awal pekan depan. Tapi, laju indeks sangat tergantung dari sentiment bursa Dow Jones sehingga posisi saat ini tidak aman.

Level resistance-nya?

Potensi kenaikan terdekatnya di level 3.800 yang jadi resistance pertamanya. Sedangkan resistance kuatnya di level 3.900. Level 3.800 mungkin akan gampang ditembus. Tapi, untuk tembus level 3.900 butuh perjuangan karena besarnya tekanan jual pada level tersebut untuk melanjutkan kenaikan atau tidak. Level 3.900 masih jauh untuk dicapai. Sebab, saat ini masih fase down trend sehingga harus diketahui sejauh mana penurunan IHSG.

Pertanyaan sekarang, apakah titik kritis 3.700 bisa mantul ke atas atau tidak. Ini yang harus ditekankan. Jadi, konfirmasinya Kamis ini. Level aman, jika tembus resistance 3.800. Itupun tetap harus dilihat kembali apakah layak masuk atau tidak di level 3.815-an. Di level 3.700 direkomendasikan jangan masuk dulu pada saham apapun karena terlalu spekulatif sehingga pelakunya seperti menangkap pisau jatuh.

Dalam situasi ini pasar lebih baik wait and see. Jangan jual maupun beli. Sebab, kalau mau jual seharusnya dilakukan sejak dua hari lalu dan wait and see terlebih dahulu terutama bagi trader. Pada saat IHSG balik arah ke atas, baru pasar bisa masuk. Saat ini sangat bahaya seperti menangkappisau jatuh.

Maksud Anda?

Jika kebetulan dapat menangkap gagangnya dapat untung besar, sebab harga saham saat ini sudah sangat rendah jauh di bawah. Tapi, jika yang tertangkap adalah mata pisaunya, tangannya akan berdarah-darah. Jadi,IHSG seperti menangkap pisau jatuh. Berbahaya.

Misalnya, saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang kemarin melemah tajam, Rp250 (4,76%) ke level Rp5.000. Bagi pelaku pasar yang spekulatif, langsung beli saham ini karena harganya anjlok dan Kamis ini diharapkan rebound sehingga bisa dijual kembali di sesi pagi. Pelaku pasar tipe ini, seperti menangkap pisau jatuh. Bisa untung, bisa juga bertambah rugi. Bagi pelaku pasar yang tidak spekulatif saya tidak menyarankan masuk. Semua saham wait and see dulu.

Bagaimana dengan saham-saham penggerak market?

Biasanya, PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Astra Internasional (ASII) bisa jadi andalan.Sebab, kedua emiten ini biasanya naik duluan. Tapi, saat ini tak bisa diharapkan, karena BMRI turun 1,58% ke Rp6.200 dan ASII turun 2,06% ke level Rp64.050.Dengan IHSG ditutup pada kisaran 3.700 kemarin, bukan berarti indeks bakal mantul ke atas. Tunggu mantul dulu, lalu lihat apakah bisa masuk atau tidak. Jika jebol ke bawah, tunggu dulu sampai dia mantul. IHSG masih 50:50 baik pelemahn maupun penguatan sangat tergantung pada sentiment bursa global.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !


Inilah Rekomendasi Saham Pilihan Kamis (22/9)
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
Pasar Modal - Kamis, 22 September 2011 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta - IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan di kisaran 3.630-3.700 karena sentimen eksternal masih negatif.

"Besok (hari ini) kami perkirakan indeks masih akan berlanjut melemah. Terlihat pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal," kata analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono dalam catatannya kemarin.

IHSG kemarin ditutup melemah 54,62 poin atau 1,46% menjadi US$3.697,49. Volume perdagangan 3,8 miliar saham senilai Rp3,5 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp586,06 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,1 triliun.

Padahal bursa Asia mayoritas sudah mengalami rebound. Namun IHSG masih mengalami aksi jual dari para investor. "Kami melihat investor memilih untuk mengamankan portofolio mereka terlebih dahulu selagi menunggu hasil pertemuan The Fed serta rencana pertemuan pembuat kebijakan di Eropa untuk membahas krisis utang Yunani," jelasnya.

Sementara analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko merekomendasikan jual untuk saham ASRI, ASII, HRUM dan BMRI. "Koreksi IHSG akibat ketakutan slowdown di Asia, Eropa dan Amerika akan menyulitkan upgrade rating debt Indonesia akan memicu aksi profit taking berkelanjutan," katanya dalam hasil risetnya.

Saham ASRI disarankan jual dengan target koreksi di 360 dari penutupan kemarin di 415 dengan reverse posisi di 440. Saham ASII disarankan jual dengan target koreksi di 58.300 dari penutupan kemarin di 64.050 degan reverse posisi di 66.500.

Untuk saham HRUM disarankan jual dengan target koreksi di 7.500 dari penutupan kemarin di 8.000 dengan reverse posisi di 8.350. Untuk saham BMRI memiliki target koreksi di 5.800 dari penutupan kemarin di 6.200 dengan reverse posisi di 6.450.




Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !

Inilah Saatnya Investor Saham Belanja?
Headline
inilah.com
Oleh: Bastaman
Pasar Modal - Kamis, 22 September 2011 | 06:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Terus menerus membicarakan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang melelahkan. Tapi, apa boleh buat, itulah topik paling hangat dalam beberapa hari belakangan ini.

Maklum, penurunan indeks seperti tak pernah berhenti. Seperti yang terjadi pada Senin, Selasa dan Rabu (21/9) ini IHSG kembali mengalami penciutan sebesar 54,62 poin (1,46%) ke level 3.697,49. Sialnya, pelaku pasar percaya bahwa kejatuhan yang terjadi dalam beberapa hari ini bukan episode yang terakhir. Artinya, indek masih akan terkoreksi.

Masuk akal, memang. Soalnya, penanganan krisis utang di sejumlah negara di Eropa bukannya membuahkan hasil yang positif, tetapi justru semakin menakutkan. Keadaannya semakin mengkhawatirkan setelah Standar & Poor menurunkan rating utang Italia dari A+ menjadi A.

Penurunan rating terpaksa dilakukan menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi Italia, pemerintahan yang lemah, serta melonjaknya biaya utang. Penurunan rating itu membuat pelaku pasar semakin cemas. “Krisis ini akan terus menyebar. Mulanya Yunani, kemudian Italia, lalu ke Spanyol,” kata Belinda Allen, analis Colonial First State Global Asset Management.

Seperti yang terjadi ketika Standard & Poor menurunkan peringkat utang Amerika, dampak penurunan rating utang Italia pun langsung terasa di pasar modal. Selasa kemarin hampir sebagian besar bursa dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia, mengalami penurunan indeks.

Indeks Nikkei Jepang misalnya, turun 1,61% menjadi 8.721,24. Sedang indeks S&P di Australia turun sebesar 1,01%. Longsor paling besar dialami bursa Filipina yang mencatat penurunan sebesar 2,05%. Indonesia cukup beruntung karena hanya mengalami penurunan indeks sebesar 0,08%.

Benar-benar mengerikan. Itu sebabnya, sejumlah analis wanti-wanti agar investor tetap ekstra waspada. Mereka menyarankan investor jangan sembarang masuk ke pasar kalau tak yakin terhadap fundamental emiten.

Tapi, seperti kata pepatah, selalu ada berkah di balik musibah. Ia memandang kejatuhan indeks sebagai saat yang tepat untuk bari investor jangka panjang untuk melakukan koleksi. “Setiap penurunan, pasti akan diikuti kenaikan,” kata seorang kepala riset. Kapan? [mdr]



Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !


Rabu, 21 September 2011

my explorer for 21 september 2011

DOW HIJAU
tetap perhatikan regional

selalu setia pada trading plan dan money management anda
untuk saham yang sdh naik tinggi gunakan trailing stop
atau taking profit dulu
perhatikan juga laporan keuangan dan aksi korporasi perusahaan .
perhatikan juga pernyataan para pejabat negara
perhatikan juga soal politik ekonomi dll
today calendar
tomorrow calendar
sumber : http://www.forexfactory.com

============================================================


saat ini sebaiknya hold cash lebih banyak atau kalau mau trading odt atau scalping aja
risk masih lebih besar dari cuan
tapi market akan kemana siapa yang tahu he he
harapan kita sih ada rebound (ngarep nih yeee)
hi hi untuk scalper selalu ada kesempatan cuan ,cuma resiko cukup tinggi

kalau mau santai tunggu market uptrend lagi baru trading
so yang penting jaga kesehatan anda
sebaiknya tunggu market uptrend lagi kita baru trading lagi


dibawah ini chart untuk tahu posisi indikator saham kita saat ini
klik gambar untuk mempesar tampilan

pengguna firefox mouse nya klik kanan pilih open link in new tab
















======================================================
saham yang sdh turun buanyak
tunggu reversal signal

dibawah ini hasil explorer untuk tahu posisi indikator saham kita saat ini
klik gambar untuk mempesar tampilan

pengguna firefox mouse nya klik kanan pilih open link in new tab



=====================================================
explorer trend berdasarkan ma


====================================================
posisi indikator saham watclist kita
klik gambar untuk mempesar tampilan

pengguna firefox mouse nya klik kanan pilih open link in new tab

semua explorer diatas masih dalam tahap expriment
mohon analisa kembali dengan chart anda

DISCLAIMER ON :
semua yang diblog ini
cuma buat belajar

tidak ada jaminan apapun
setiap keuntungan dan kerugian yang terjadi
sepenuhnya tanggung jawab anda sendiri
mari belajar bersama
====================================================
posting lama yang selalu diulang ,semoga ga bosen yah

selalu setia pada trading plan dan money management anda

untuk saham yang sdh naik tinggi gunakan trailing stop
atau taking profit dulu
selalu gunakan trailing stop untuk saham yang sdh naik
seringkali terbukti trailing stop
melindungi untung kita dan
menyelamatkan kita dari rugi karena saham jatuh .
angka trailing stop terserah anda
bisa 2 atau 4 step dari close kemarin.
atau dari high hari ini
selalu setia pada trading plan dan money mangement anda.
sabar dan disiplin kuncinya (SADIS)
selalu perhatikan regional juga
jika mereka semua hijau
maka kita harapkan
pre opening kita juga ikutan hijau
.


perhatikan saja saham watchlist kita

untr ,asii,imas
ggrm,
aali ,lsip,tbla,gzco,sgro,
,bbri,bmri,bbca,bbni,bdmn,
ptba,bumi,adro,indy,itmg,
intp,smgr,smcb,
antm,tins,inco
klbf,indf,mapi,icbp,unvr,
gjtl,cpin dll


jika naik kita numpang dan begitu cuan kita jual
jika turun biarkan ,kita ikutan jika sdh mantul naik dengan volume besar
setia pada trading plan dan money management anda

setiap entry selalu tentukan cutloss diberapa jika harga turun.

jika sudah cuan kabur ,kalau mau terus pakai trailing stop.

hati hati dengan saham yang sudah naik tinggi ,gunakan trailing stop


catatan :
jika pre opening merah


sebaiknya kita nonton dulu
dan awasi saham pilihan kita .
apakah kena batas cutloss kita
jika yah terpaksa cl (sesuai trading plan anda)

atau sell on strenght dulu,kemudian ambil lagi dibawah ,
speekulative buynya tunggu ketika mulai mantul
dan jual ketika sdh cuan. (high risk)

untuk bottom fisher kesempatan jika merah
untuk cari barang bagus harga obral (cari yang under value).

longterm investor kesempatan cari barang yang undervalue.

kalau scalper bebas deh ha ha
begitu ada kesempatan kita scalping
(istilah kerennya "copet")
kita ikutan saham yang rally
dan keluar setelah dapat beberapa point.
bisa juga ketika saham bluechip
turun dalam kita sepekulative buy jika kita sdh cuan
maka segera kita jual .
hanya untuk one day trading
resikonya ketika kita masuk dia turun lagi .
pengaman kita stoploss ketat .(very high risk)

=============================================


http://pasarmodal.inilah.com/

Tunggu Aksi Fed, Wall Street Bergerak Mixed
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal - Rabu, 21 September 2011 | 05:57 WIB

INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan saham Selasa (20/9) di mana investor menunggu langkah The Fed bila menawarkan stimulus dan Yunani mendapatkan kemajuan untuk menghindari gagal bayar.

Indeks Dow Jones naik 7,65 poin atau 0,07% ke level 11.408,66. Indeks S&P 500 turun 2 poin atau 0,17% ke level 1.202,09. Indeks Nasdaq turun 22,59 poin atau 0,86% ke level 2.590,24.

Volume perdagangan juga kecil sejak Agustus 2011, tapi bursa saham mencatatkan untung sebesar 1%, setelah investor khawatir khawatir dengan posisi panjang setelah downgrade rating credit Italia. Semiconductor mencatatkan performa kurang baik dengan indeks PHLX semiconductor ditutup 1,3%, dipengaruhi penurunan indeks Nasdaq, setelah Xilinx memotong outlook kuartal dua. Saham Xilinx turun 4,5% ke level US$30,03.

Untuk menolong meredakan kekhawatiran utang Eropa, Yunani berjanji akan memotong biaya di sektor publik sebelum confrensi call dengan international lender di mana Yunani harus membujuk untuk membutuhkan banyak pinjaman menghindari bangkrut bulan depan.

Setelah pertemuan The Fed selama dua hari pada Rabu ini, The Fed mengharapkan untuk mengumumkan rencana mengintervensi pasar obligasi untuk mendorong interest rate jangka panjang.

"Mereka fokus bahwa fakta banyak orang mengharapkan langkah besar dari The Fed dibandingkan yang merekda dapat,mereka tidak ingin mendapatkan QE3," kata Managing Director ICAP Equities di New York Ken Polcari, seperti dikutip dari yahoofinance.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelaku pasar mencari kepastian bukan perkiraan karena ketidakpastian menyebabkan erratic. Sektor saham defensif seperti utiliti, telekomunikasi dan perawatan kesehatan mencatatkan untung besar.

Saham AT&T naik 1% ke level US$28,85 sementara Celgene Corp turun 7,1% ke level US$65,56. Sementara saham Apple Inc naik ke level US$413,45. Selain itu, saham IBM naik 0,9% ke level US$174,72 dan saham Oracle naik 1,1% ke level US$28,66.

Volume perdagangan saham kecil sekitar 7,07 miliar saham di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq di bawah rata-rata harian 7,9 miliar saham. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !

Potensi Menguat, Pilih Saham Tambang
Headline
inilah.com/Nury Sybli
Oleh: Th. Asteria
Pasar Modal - Rabu, 21 September 2011 | 05:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham domestik pada perdagangan Rabu (21/9) berpotensi untuk menguat. Namun, aksi jual asing dan kondisi eksternal, membebani bursa. Saham tambang bisa jadi pilihan hari ini.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, intervensi yang terjadi di BEI kemarin melalui saham-saham berkapitalisasi besar, dapat memicu rebound IHSG.

Namun, volume jual broker asing kian meningkat, terindikasi dari tingginya foreign outflow,"Hal ini didukung nilai tukar rupiah yang sempat menembus lagi 9.000 per dolar AS," ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, rebound tipis yang terjadi kemarin kemungkinan juga tidak akan permanen, mengingat situasi bursa Eropa yang masih volatile dan pelaku pasar masih mengambil posisi aman dengan full cash atau switching ke safe haven asset yang berdenominasi dolar AS.

Situasi ini akan membuat saham-saham orientasi ekspor menjadi speculative trading stocks bagi investor jangka pendek. Terutama saham-saham batubara yang belum banyak pergerakan naik karena stagnasi harga batubara beberapa waktu lalu.

Di tengah situasi ini, Willy masih merekomendasikan beberapa saham batu bara. Pilihannya adalah Bumi Resources (BUMI), Adaro Energy (ADRO), Berau Energy (BRAU) dan TB Bukit Asam (PTBA), "Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini," katanya.

Pada perdagangan Selasa (20/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,94 poin (0,08%) ke level 3.752,11, dengan intraday terendah di 3.673,21 dan tertinggi di 3.754,83. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 4,608 miliar lembar saham, senilai Rp 4,721 triliun dan frekuensi 120.903 kali.

Sebanyak 104 saham naik, sisanya 128 saham turun, dan 94 saham stagnan. Keluarnya dana asing mewarnai koreksi bursa, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp786 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,037 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,251 triliun. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !